PENGGUNAAN SETSUZOKUSHI SHIKAMO, SONOUE DAN SORENI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG

Novel, Noviana (2020) PENGGUNAAN SETSUZOKUSHI SHIKAMO, SONOUE DAN SORENI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG. Skripsi thesis, Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA.

[img] Text
S1-2020-43131.52016.0082-ABSTRAKSI.pdf

Download (284kB)
[img] Text
S1-2020-43131.52016.0082-BAB I.pdf

Download (313kB)
[img] Text
S1-2020-43131.52016.0082-BAB V.pdf

Download (269kB)
[img] Text
S1-2020-43131.52016.0082-COVER.pdf

Download (487kB)
[img] Text
S1-2020-43131.52016.0082-DAFTAR ACUAN.pdf

Download (121kB)
[img] Text
S1-2020-43131.52016.0082-DAFTAR ISI.pdf

Download (229kB)
[img] Text
S1-2020-43131.52016.0082-FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Setsuzokushi merupakan salah satu kelas kata dalam bahasa Jepang. Setsuzokushi berfungsi sebagai kata sambung yang menghubungkan frase dengan frase atau kalimat dengan kalimat. Di dalam setsuzokushi terdapat bebagai jenis dan kegunaan, contohnya Tenka no setsuzokushi. Tenka no setsuzokushi, yaitu setsuzokushi yang dipakai pada saat mengembangkan atau menggabungkan sesuatu yang ada pada bagian berikutnya dengan sesuatu yang ada pada bagian sebelumnya. Terdapat banyak kata yang temasuk ke dalam jenis setsuzokushi ini, sehingga banyak kata yang jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia makna atau artinya sama, seperti misalnya shikamo, sonoue dan soreni yang sama-sama memiliki arti “selain itu, dan lagi, lagi pula”. Hal ini dalam bahasa Jepangnya disebut ruigigo. Oleh karena itu penulis mencoba untuk memahami arti, fungsi dan kegunaan dari ketiga kata tersebut. Penulis akan mencoba memaparkannya dengan metode deskriptif. Setelah penulis melakukan penelitian dengan cara mengumpulkan data yang berkaitan dengan ketiga kata tersebut, kemudian data tersebut dianalisis dengan cara dibandingkan dengan teori yang penulis pilih yang sesuai dengan tema atau rumusan masalah yang penulis tetapkan sebelumnya. Setelah penulis melakukan Analisa, maka didapat kesimpulan bahwa ketiga kata dalam setsuzokushi tersebut memiliki fungsi yang hampir sama, dan dalam penggunaannya setsuzokushi tersebut ada yang dapat saling menggantikan, tetapi ada juga yang tidak dapat saling mengantikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa data shikamo ada 12 data, yang dapat digantikan oleh sonoue ada 12 data, dapat digantikan oleh soreni 10 data, sedangkan yang tidak dapat digantikan oleh soreni ada 2 data. dan jumlah data sonoue ada 12 data, yang dapat digantikan oleh shikamo ada 12 data dan yang dapat digantikan oleh soreni ada 12 data. kemudian pada data soreni ada 12 data, yang dapat digantikan oleh shikamo ada 10 data sedangkan yang tidak dapat digantikan oleh shikamo ada 2 data, dan yang dapat digantikan oleh sonoue ada 9 data, sedangkan yang tidak dapat digantikan oleh sonoue ada 3 data.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIMEmail
Novel, NovianaNIM43131.52016.0082UNSPECIFIED
contributors:
ContributionContributionsNIDN/NIDKEmail
Pembimbing 1Hamidah, AamNIDN0420087003aam.h@stba-jia.ac.id
Pembimbing 2Sunarni, AniNIDN0418098202ani.s@stba-jia.ac.id
Uncontrolled Keywords: setsuzokushi, ruigigo, shikamo, sonoue, soreni.
Subjects: Bahasa dan Sastra > Program Studi Bahasa Asing > Ilmu Linguistik
Bahasa dan Sastra > ILMU BAHASA ASING > Sastra (dan Bahasa) Jepang
Divisions: Program Studi Sastra Jepang
Depositing User: Iwan Kurniawan, S.Sos.
Date Deposited: 14 Dec 2021 04:09
Last Modified: 14 Dec 2021 04:28
URI: http://repository.stba-jia.ac.id/id/eprint/79

Actions (login required)

View Item View Item